Mengetahui Manfaat Massage dalam Dunia Olahraga
Dalam pertandingan olah raga, massage atau pijat merupakan bagian pengobatan yang bermanfaat. pijat merupakan salah satu terapi fisik yang merupakan salah satu aspek saja dari terapi.
Massage atau pijat ialah manipulasi jaringan lunak tubuh. manipulasi ini paling efektif dilakukan dengan tangan dan dilakukan dengan tujuan agar pempunyai pengaruh pada sistem saraf, otot dan pernafasan, sirkulasi darah dan limpa secara lokal maupun umum.
Pijat menghasilkan stimulasi mekanis pada jaringan tubuh dengan cara menekan dan menegangkan. Penekanan menyebabkan kompresi jaringan lunak dan mengubah ujung-ujung saraf yang berupa jaringan reseptor, sedangkan peregangan memberikan ketegangan pada jaringan-jaringan lunak.
Yang harus diperhatikan oleh pemijat ialah umur dan keadaan kesehatan dari pasiennya agar dapat menentukan frekuensi, jenis-jenis gerakan dan lamanya massage. Pijat yang dalam dapat memeberikan suatu stimulasi yang kuat dan penambahan ketegangan, sedangkan massage yang lebih ringan dapat memberikan stimulasi yang ringan, relaksasi dan berkurangnya ketegangan.
Pijat tidak akan memulihkan otot-otot yang telah mengalami atrofi. Kekutatan otot hanya dapat diperoleh melalui aktifitas otot-otot dan pijat hanya dapat membantu pembentukan kekuatan otot secara tidak langsung.
Tubuh manusia memiliki lebih dari 400 otot.. Tidak satupun otot bekerja sendiri, kebanyakan tersusun dalam kelompok-kelompok yang berlawanan, sehingga bila satu otot sengaja dikontraksikan, otot yang berlawanan akan berelaksasi. Dengan bertindak sebagai kabel, otot menarik tulang sehingga menimbulkan pergerakan. Hal ini menyangkut kontaksi dan otot juga pada waktu relaksasi, otot sebagian berkontaksi tetapi tak memendek. Hal ini memelihara tonus.
Seperti pada semua keterampilan, makin banyak pengetahuan kita semakin mudah melakukan keterampilan tersebut. Massage pun demikian. Dengan mengerti tentang bekerjanya sistem otot, termasuk fungsinya, origo dan insertio dari otot-otot, massage akan menjadi lebih efektif.
Peran dalam olahraga
Suatu program latihan yang lengkap dari seorang atlit atau pelatih seharusnya termasuk massage. Pelatih seharusnya tahu bagaimana memanfaatkan pijat untuk persiapan.
Pertandingan dan bagaimana mencegah atau mengurangi kelelahan setelah suatu aktifitas yang sangat berat. Hal ini tak berarti bahwa semua atlet harus dipiat sebagai suatu persiapan pertandingan.
Adakalanya pijat membantu seseorang atlet untuk mencapai prestasi puncak seperti memecahkan rekor dalam atletik atau berenang. Dalam hal ini pijat dapat menambah penyaluran bahan-bahan gizi ke otot-otot vital sehingga upaya tambahan dari pelatih ini bermanfaat.
Sebelum suatu latihan atau kompetisi, peran massage adalah untuk merangsang dan membantu dalam proses pelemasan. Karena yang dibutuhkan adalah stimulasi dan bukan relaksasi, seluruh proses tersebut seharusnya memakan waktu tak lebih dari 1-1,5 menit. Proses ini harus membuat atlet merasa lepas dan menggelenyar pada daerah yang di massag. Semua gerakan-gerakan yang dilakukan harus cepat dan dalam.
Massage sebelum suatu pertandingan adalah paling efektif bila dilakukan tak lama sebelum aktifitas dimulai. Namun kadang-kadang seorang atlet yang gelisah dapat banyak ditolong melalui massage sebelum pertandingan untuk menenangkan dan relaksasi. Hal ini sebaiknya tidak dilakukan tepat pada tepat pada saat pertandingan, karena dapat mengurangi tingkat energi dan bukan stimulasi. Dalam keadaan demikian pijat dilakukan paling tidak 12 jam sebelum aktifitas.
Tidak semua atlet akan memberi respon terhadap massage sebelum aktifitas. Massage harus diberikan dengan memperhatikan efek sedatif yang mungkin timbul dari gerakan-gerakan yang pelan dan bertahap. Namun bila dilakukan dengan gerakan yang cepat dan memberi energi dengan gerakan-gerakan cocok, hasilnya akan dapat mencengangkan baik atlet, pelatih atau bahkan yang melakukan massage sendiri.
Peran massage setelah aktifitas yang berat sering dilakukan. Padahal massage dapat sangat bermanfaat untuk membantu pemulihan dan mencegah kekakuan yang mungkin menyusul. Semua jaringan-jaringan yang aktif, seperti otot yang digunakan saat latihan, sirkulasi darahnya akan meningkat. Karena peningkatan tekanan darah lokal ditambah dengan penambahan peredaran darah, lebih banyak cairan yang bocor dari kapiler darah dan jaringan-jaringan. Pada seorang atlet yang bugar, kembalinya cairan tambahan atau limfe cukup efisien, tetapi dapat menglami gangguan setelah suatu latihan atau aktifitas yang lebih berat atau lama dari biasa. Dalam keadaan demikian otot-otot dapat membengkak, tagang dan kaku. Disini massage bila dilakukan dengan benar, akan mampu mengalirkannya kembali limfe, mengurangi kekakuan dan mempercepat pemuihan.
Pengaruh terapeutik dan fisiologis
- Massage menguatkan otot melalui gerakan-gerakan yang tepat dan berirama.
- Massage merangsan sirkulasi cairan-cairan tubuh seperti darah dan limfe.
- Massage merangsang keadaan supel melalui manipulasi dan jaringan tulang.
- Problem-problem muskuloskeletal seperti kekakuan sendi dapat dikurangi dengan meingkatkan keadaan supel dari otot otot melalui massage.
- Sistem syaraf tampaknya dapat bekerja lebih harmonis melalui stimulasi dan relaksasi dengan massage.
- Organ-organ dalam terstimulasi sehingga fungsinya lebih baik.
- Kelenjar-kelenjar hormon dapat dirangsang secara langsung atau tak langsung melalui massage dan dengan demikian fungsi tubuh dan metabolisme diperbaiki.
- Asam laktat yang dapat menumpuk dalam jaringan tubuh dan menyebabkan kekuatan otot dapat diedarkan melalui massage.

p mang emang TOP
BalasHapus